Sampah Sebenarnya Musuh Manusia
Jika berbicara mengenai sampah, tidak akan ada habisnya. Ya, hanya berbicara, tanpa bertindak. Begitulah masyarakat Indonesia menanggapi sampah. Melihat lingkungan sekitar kita yang masih dipenuhi sampah yang berserakan, saya dapat menyimpulkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki kesadaran dan kepedulian yang sangat rendah terhadap sampah. Atau mungkin kurangnya edukasi mengenai bahayanya sampah?
Rasanya jika ditanyakan mengenai dampak sampah yang berserakan, masyarakat kita akan menjawab,
"Sampah menyebabkan banjir."
"Pencemaran lingkungan."
Ya, dua dampak itu memang sangat ditekankan, terlebih saat dibangku sekolah. Padahal faktanya sampah lebih jahat dari itu. Sampah sebenarnya musuh manusia, mengapa?
Tanpa kita sadari, sampah nyatanya juga ikut ambil bagian dalam merusak kesehatan manusia. Berikut beberapa penyakit berbahaya yang dapat timbul karena sampah yang tidak terurus :
1. Disentri
Merupakan radang
usus disebabkan oleh
amuba atau bakteri
pada sampah
2. Salmonellosis
Timbul akibat infeksi
bakteri Salmonella
di dalam perut dan
3. Pes
Disebabkan oleh
bakteri Yersina
pestisia yang ditularkan
oleh tikus dan hewan
pengerat lain
4. Demam Berdarah
Disebabkan oleh virus
dengue yang dibawa oleh
nyamuk Aedes aegypti
yang berkembang biak di
genangan air pada
sampah yang dibuang
sembarangan
5. Hepatitis A
Virus ini menyebabkan
adanya gangguan fungsi
hati akut
6. Kolera
Disebabkan oleh
bakteri Vibrio
cholerae dari air atau
makanan yang
terkontaminasi feses
penderita
7. Amoebiasis
Disebabkan oleh
amuba yang hidup di
air tercemar dan
mengakibatkan infeksi
pada usus besar dan
hati
Mengerikan, bukan? Sesuatu yang sering kita sepelekan nyatanya berdampak besar bagi hidup kita.
Selain itu, sampah juga dapat menyebabkan kerusakan ekologis, terjadinya banjir, pencemaran, dan terganggunya estetika suatu daerah. Bayangkan betapa asrinya hutan tanpa sampah, betapa jernihnya sungai tanpa sampah, dan betapa harumnya bunga-bunga yang tidak bersanding dengan sampah.
Saya harap pemerintah dapat bertindak lebih tegas lagi, mungkin dengan mengeluarkan undang-undang tentang sampah. Karena akan sangat tidak adil jika yang terkena dampak adalah mereka yang menjaga lingkungan. Lalu untuk kita, yang melumrahkan tindakan membuang sampah sembarangan dengan alasan terbiasa. Mari kita ubah, mulai dari diri sendiri.
Penulis : Stevani Natalie
XII AKL 2, SMK Negeri 1 Pangkalpinang
Komentar
Posting Komentar