Seramnya SMK Negeri 1 Pangkalpinang

sumber gambar : https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/index.php/Cptm/profil?id=EE93070A-4595-4E70-9CC9-CA6F6816329C


Siapa yang tidak pernah mendengar tentang SMK Negeri 1 Pangkalpinang? Rasanya semua kalangan masyarakat Bangka sudah pernah mendengar, bahkan mungkin mengenal, terutama bagi siswa siswi sekolah menengah pertama yang ingin melanjutkan studi ke sekolah menengah kejuruan. Tentunya SMK Negeri 1 Pangkalpinang akan menjadi salah satu nama sekolah yang terlintas di benak, lantaran sekolah ini memiliki predikat sebagai sekolah menengah kejuruan terbaik di pulau Bangka, selain itu SMK Negeri 1 Pangkalpinang juga memiliki segudang prestasi seperti penghargaan Adiwiyata yang diterima pada tahun 2012. Ditambah lagi lokasi sekolah ini sangat strategis, tepatnya di dekat pusat kota Alun Alun Taman Merdeka. SMK Negeri 1 Pangkalpinang merupakan sekolah kejurusan berbasis bisnis dan manajemen. Di sekolah ini terdapat empat jurusan, yakni akuntansi keuangan dan lembaga, otomatisasi tata kelola perkantoran, bisnis daring dan pemasaran, serta multimedia. Semuanya berakreditasi A. 


sumber gambar : https://bangka.tribunnews.com/amp/2019/08/31/siswa-smkn-1-pangkalpinang-belajar-menulis-dan-kiat-sukses-berwirausaha


Saya rasa kalian tentunya pernah mendengar satu/dua isu, atau bahkan lebih mengenai SMK Negeri 1 Pangkalpinang. Saya sendiri ketika masih di bangku SMP, sering mendengar isu-isu tersebut. Saya rasa semua siswa siswi SMP yang tertarik dengan SMK Negeri 1 Pangkalpinang juga tentunya pernah atau mungkin acap kali mendengar isu-isu yang beredar. Isu baik yang sudah tersebar luas adalah SMK Negeri 1 Pangkalpinang merupakan sekolah bagi orang-orang yang berprestasi, alumni-alumni jebolan SMK ini juga terkenal sukses, dan masih banyak lagi. 


Di samping isu baik, tentunya ada isu buruk, seperti ketatnya persaringan untuk masuk ke sana, tes masuknya sangat sulit, jika ingin diterima harus memiliki banyak piagam, lalu mengenai atribut, kaos kaki harus selutut, sepatu harus hitam legam, rambut harus dihairnet atau di gunting pendek seperti polwan, SMK Negeri 1 Pangkalpinang terkenal anti ponsel, alias para murid tidak diijinkan membawa ponsel, harus memiliki laptop, apel setiap hari, guru-gurunya sangat tegas dan menakutkan, pembelajarannya berat, praktek terus, siswa-siswinya ambisius, telat semenit gerbang ditutup, bahkan ada isu yang beredar mengenai angkernya bangunan SMK Negeri 1 Pangkalpinang dan katanya sering terjadi kerasukan masal.


Kira-kira begitulah isu yang beredar. Setelah hampir tiga tahun mengemban ilmu di SMK Negeri 1 Pangkalpinang, saya bisa menilai mana isu yang benar dan mana isu yang salah. Faktanya, SMK Negeri 1 Pangkalpinang tidak semenyeramkan itu. Perihal persaringan masuk, memang cukup ketat, namun tidak harus memiliki banyak penghargaan karena untuk masuk ke SMK Negeri 1 Pangkalpinang, diberikan 3 jalur dan kita berhak memilih. Ada jalur KIP bagi mereka yang memiliki KIP, ada jalur prestasi bagi mereka yang memiliki  piagam penghargaan lomba, dan ada jalur reguler bagi mereka yang tidak memiliki KIP dan piagam penghargaan dan tes masuknya pun basic, sesuai dengan jurusan yang kita pilih. Lalu perihal atribut, kaos kaki tidak harus selutut, melainkan minimal setengah betis, sepatu juga tidak harus hitam legam yang penting dominan hitam, dan untuk rambut memang benar bagi yang tidak berjilbab harus disanggul dan dibungkus dengan hairnet, namun alternatif lain jika malas menggunakan hairnet adalah memendekan rambut hingga sekuping. 


Tentang isu SMK Negeri 1 Pangkalpinang anti ponsel memang benar adanya. Tapi saya pribadi setuju dengan peraturan tersebut. Tanpa ponsel siswa-siswi jadi lebih fokus belajar dan berinteraksi dengan sesama. Jika berbicara tentang kegunaan ponsel di sekolah untuk mencari referensi pembelajaran via google, SMK Negeri 1 Pangkalpinang menyediakan lab komputer dan kita bisa menggunakannya jika perlu. Sekolah ini memiliki empat lab komputer yang dibagi sesuai dengan jurusan. Guru-guru di SMK Negeri 1 Pangkalpinang juga tidak menakutkan, bahkan ramah dan pembelajarannya tidak seberat itu bahkan sebenarnya sama saja dengan SMK lain, cuma metode dan cara pengajarannya memang patut diacungi jempol. Kemudian mengenai bangunan, SMK Negeri 1 Pangkalpinang memang tidak pernah merubah bangunannya sejak dari jaman Belanda, tapi tidak seangker itu. Tidak perlu khawatir dan berpikir bahwa pasti karena bangunan lama, sekolah ini kumuh dan kotor. Justru sekolah ini terbilang bersih buktinya mendapatkan penghargaan Adiwiyata. Setiap Jumat, SMK Negeri 1 Pangkalpinang juga mengkoordinir para muridnya untuk melakukan kerja bakti, mulai dari membersihkan kelas hingga hutan sekolah dan sejauh saya belajar disini, saya pribadi tidak pernah mengalami hal-hal horor. 


sumber gambar : https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/index.php/chome/profil/ee93070a-4595-4e70-9cc9-ca6f6816329c

Jadi ketimbang dilabeli 'seram' atau 'menakutkan' sekolah ini lebih cocok disebut sebagai sekolah yang disiplin. Isu-isu yang beredar mungkin membuat adik-adik yang ingin masuk kesini justru berpikir lagi, namun saya rasa bagi adik adik yang mendengar banyak isu tersebut tidak perlu terlalu dipikirkan, karena pada dasarnya baik-buruknya sekolah bergantung dengan pandangan kita sendiri. Lagipula apa yang dikatakan orang-orang belum tentu benar, bukan? 



Penulis : Stevani Natalie 
Kelas : XII AKL 2, SMK Negeri 1 Pangkalpinang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PKL di Masa Pandemi Covid-19

Nilai Bukan Jaminan Sukses